Biografi Chairul Tanjung – Anak Singkong Jadi Raja Media


Chairul Tanjung

Akhir-akhir ini mencuat seorang nama di jajaran konglomerat Indonesia. Nama itu adalah Chairul Tanjung. Seorang “anak singkong” atau anak sangat biasa sekali yang kemudian menjadi seorang konglomerat Indonesia bahkan namanya juga termasuk dalam jajaran seribu orangg terkaya dunia.
Siapa sebenarnya sosok Chairul Tanjung ini. Berikut akan dituturkan penulis Biografi Chairul Tanjung, seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana bisa menjadi Raja media dan memiliki konglomerasi yang begitu besar.

Biografi Chairul Tanjung

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Orang tua Chairul Tanjung bernama A.G Tanjung (Ayah) yang berketurunan Batak sedangkan ibunya bernama Halimah adalah orang Sunda tepatnya Sukabumi.
Awalnya keluarga Chairul Tanjung adalah keluarga yang berlebih, ayahnya adalah seorang wartawan di jaman Presiden Soekarno dan juga menerbitkan majalah lokal yang oplahnya lumayan. Namun kemudia saat era Soeharto, surat kabar dari ayah Chairul Tanjung dicurigai sebagai antek orde lama dan akhirnya dipaksa untuk tutup.
Dari sinilah perekonomian keluarganya menjadi berubah seratus delapan puluh derajat. Rumah yang cukup luas yang didiami keluarganya terpaksa harus dijual untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya Chairul Tanjung bersama saudara dan orang tuanya harus pindah ke kamar losmen yang sangat sempit.
Walau tengah dihimpit kesulitan ekonomi namun ayah dan ibunya ingin anak-anaknya mengenyamm pendidikan setinggi mungkin. Oleh karena itu saat Chairul lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, ia kemudian melanjutkan studinya di Kedokteran gigi Universitas Indonesia.  Chairul termasuk mahasiswa yang pandai. Ia sempat mendapat penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.

Kuliah Sambil Berbisnis

Untuk menopang uang sakunya yang jauh dari cukup, Chairul pun berkuliah sambil berbisnis. Awalnya ia berjualan buku kuliah stensilan, kemudian juga berjualan kaos. Ia bersama temannya kemudian juga membuka usaha foto copy di kampusnya. Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta Pusat yang menyediakan aneka kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium.
Walau ia harus mmebagi waktu antara kuliah dan berbisnis, namun Chairul bisa menyelesaikan kuliah nya di kedokteran gigi dengan baik. Ia kemudian menyandang gelar Sarjana kedokteran dibelakang namanya. Namun karena darah bisnis rupanya lebih kental, ia kemudian memutuskan untuk menjemput rejeki dari bisnis bukan sebagai dokter gigi.
Chairul kemudian lebih memantabkan bisnisnya dengan mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga temannya pada tahun 1987. Bisnis ini bermodalkan hutangan dari bank Exim sebesar 150 juta. Perusahaan Chairul dan temennya ini memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor. Mereka patut berbangga karena begitu mendirikan usaha ini mereka langsung menerima orderan sebesar 160 ribu pasang sepatu dari Itali. Namun kemudian Chairul memutuskan untuk berpisah dan mendirikan usaha sendiri karena ternyata ketiga temannya memiliki visi yang berbeda dengan dirinya.

Membentuk Konglomerasi

Chairul Tanjung kemudian mendirikan perusahaann sendiri yang bergerak dibidang media yaitu mendirikan Trans TV. Chairul Tanjung sangat pandai dalam membangun jaringan . Perusahaannya ini semakin maju dan akhirnya berhasil membuat suatu konglomerasi yang kemudian diberi nama Para Group. Para Group sendiri kemudian membagi tiga ladang usahanya yaitu dibidang keuangan, properti, multimedia.
Di bidang keuangan berkembang menjadi perusahaan seperti :
·         Bank Mega Tbk
·         Asuransi Umum Mega
·         Asuransi Jiwa Mega Life
·         Para Multifinance
·         Mega Capital Indonesia
·         Bank Mega Syariah
·         Mega Finance
Dibidang Investasi, Para Group juga mengakuisi si Carefour Indonesia dimana awalnya hanya memegang 40% saham namun kini Para Group memegang 100% saham Carefour. Kemudian Para Group juga membeli saham Garuda Indonesia tapi entah berapa persen.
Di bidang properti, Para Group memiliki perusahaan seperti :
·         Para Bandung Propertindo
·         Para Bali Propertindo
·         Batam Indah Investindo
·         Mega Indah Propertindo
·         Bandung Supermall
Di bidang multimedia, Para Group membawahi anak perusahaan seperti :
·         Trans TV
·         Trans 7
·         Maha Gaya Perdana
·         Trans Fashion
·         Trans Life Style
·         Trans Studio
·         Diberitakan juga baru-baru ini Para Group juga membeli TV One dan AntV
Karena keberhasilannya ini, Chairul Tanjung kemudian dinobatkan sebagai konglomerat baru di Indonesia dimana beliau berada di urutan ke 937 dunia versi majalah Forbes tahun 2010 (mungkin saat ini urutannya naik) dan juga sebagai orang terkaya ke enam di Indonesia.


Chairul Tanjung kemudian merubah nama Para Group menjadi CT Corp pada tanggal 1 Desember 2011.

Pendidikan Chairul Tanjung

•             SD Van Lith, Jakarta (1975)
•             SMP Van Lith, Jakarta (1978)
•             SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
•             Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
•             Executive IPPM (MBA; 1993)

Rahasia Sukes Bisnis Chairul Tanjung

Chairul Tanjung bisa mencapai kesuksesan seperti ini bukan karena beliau adalah orang super. Ini dikarenakan beliau sangat pandai dalam membangun jaringan atau networking. Bagi Chairul, membangun jaringan adalah segalanya bahkann diatas modal itu sendiri. Ketiak bisnisnya lesu maka jaringan bisa diandalkan.
Membangun jaringan tidak hanya pada orang atau perusahaan yang sudah ternama saja, pada perusahaan yang belum ternama pun juga perlu karena siapa tahu esoknya kita memerlukan bantuan mereka bahkan pada seorang kurir pun menjaga networking sangat dibutuhkan.
Dalam membangun bisnisnya, Chairul sangat sabar menapaki tangga bisnisnya. Selain kerja keras, pantang menyerah dan jaringan, kesabaran juga sangat penting. Chairul menyarankan agar tidak melakukan cara-cara instan karena itu hanya akan menjadi api dalam sekam bagi bisnisnya.
Itulah Biografi Chairul Tanjung. Untuk saat ini selain Abu Rizal Bakrie beliau adalah satu-satunya konglomerat yang asli dari darah pribumi Indonesia dan Muslim.

Biografi Sunan Kalijaga

Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, Ronggolawe. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Namun sebagai Muslim, ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang.


Karena tindakannya itu, Ayahnya kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa, karena alasan ajaran agama, ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan.

Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Karena itu, Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya.

Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten, Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Sebagai Perampok, Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah.

Dari hasil rampokannya itu, sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah, ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’.

Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama , Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil- sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’.

Sejarah Nama 'Kalijaga'

Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon.

Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah, karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati.

Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. Padahal, tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu.

Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang), atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Logikanya, nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Karena itu, klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima.

Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun.

Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini.

Secara sintaksis, dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya, bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja, itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal.

Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film), maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”.

Kemudian secara logika, silakan anda pikirkan masak-masak. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya, tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan.

Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat, puasa, bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu, dalam pendapat saya, kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Fakta Nama 'Kalijaga'

Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri, ‘Joko Said’, jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478, beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu, Sunan Giri.

Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab, misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’), Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’), Mulud (dari Maulid), Suro (dari Syura’), Dulkangidah (dari Dzulqaidah), dan masih banyak istilah lainnya. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’.

Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak.

Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Dari sini sajasudah jelas, siapa Sunan Kalijaga sebenarnya; ia adalahseorang


Qadli, bukan praktisi Kejawenisme.

Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam, Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik

Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478, Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon, Kesultanan Banten, bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Bila riwayat ini benar, maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang.

Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja, yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga.

Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati, namanya tak lagi disebut-sebut. Logikanya ialah, bila saat itu beliau masih hidup, tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa.

Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu, dekat Demak, bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Perkiraan saya, beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri.

Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Beberapa kisah aneh itu antara lain, bahwa beliau bisa terbang, bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki, mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat non intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir.

Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Buktinya sangat banyak sekali.

Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam.

Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama.

Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam, beliau menerimanya.

Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia, karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya.

Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya.

Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran, hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus didekati secara bertahap.

Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.

Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata, Ramayana, dan lainnya. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa, Kurawa, dll.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya, misalnya Layang Kalimasada, Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat.

Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. Misalnya, karakter Punakawan yang terdiri atas Semar, Bagong, Petruk, dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman.

Adapun Istilah dalam Pewayangan merujuk pada Bahasa Arab :

1. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab, ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. Dalam hal ini, seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain, pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari)

2. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab, ‘Simaar’ yang artinya Paku. Dalam hal ini, seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap, Simaaruddunyaa.

3. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab, ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. Maksudnya, seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah, Fatruuk-kuluu man siwallaahi.

4. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab, ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Maksudnya, seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya untuk diajak ke arah kebaikan, Nalaa Qaarin.

5. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab, ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Maksudnya, seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman.

Seni ukir, wayang, gamelan, baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata, bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah.

Beliau memandang semua itu sebagai metode semata, metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Secara filosofis, ini sama dengan da’wah Rasulullah SAW yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi.

Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat, melalui berbagai pertunjukan seni, pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab r.a. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya.

Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter, ciri, dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati, bukan ahli Kejawen.

Pengertian Belajar Menurut Ahli


Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.
Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.


Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
Sedangkan Pengertian Belajar menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.

66 Hewan Endemik Indonesia





Fauna atau binatang endemik adalah gejala yang dialami oleh organisme (fauna) untuk menjadi unik pada satu lokasi geografi tertentu, seperti pulau, lungkang (niche), negara, atau zona ekologi tertentu. Untuk dapat dikatakan endemik suatu satwa harus ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat endemik (endemisme) yang tinggi.
Diperkirakan Indonesia mempunyai lebih 165 jenis mamalia endemik, 397 jenis burung yang endemik Indonesia, lebih dari 150 reptilia, dan lebih dari 100 spesies ampibi yang tercatat endemik di Indonesia. KALO DISEBUTIN SEMUA CAPE GAN, CUKUP 66 DULU, YANG LAIN NYUSUL
Semoga endemisme (tingkat endemik) satwa yang tinggi yang dipunyaiIndonesia mampu kita lestarikan sebagai warisan buat anak cucu kita.
Beberapa fauna (binatang) endemik yang terdapat di Indonesia antara lain:
Spoiler for ENDEMIK:
Spoiler for endemik:
Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) di Sulawesi
Spoiler for endemik:
Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) endemik Sulawesi
Spoiler for endemik:
Babirusa (Babyrousa babyrussa) di Sulawesi
Spoiler for endemik:
Badak bercula satu atau badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Jawa
Spoiler for endemik:
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) endemik di Sumatera
Spoiler for endemik:
Bajing palawan (Sundasciurus juvencus) Bali dan Sumatera
Spoiler for endemik:
Bajing tanah (Lariscus hosei) endemik pulau Kalimantan
Spoiler for endemik:
Bajing telinga botol (Callosciurrus adamsi) endemik Kalimantan
Spoiler for endemik:
Banteng (Bos javanicus) di Jawa
Spoiler for endemik:
Bekantan atau Kera hidung panjang (Nasalis larvatus) endemik Kalimantan
Spoiler for endemik:
Beruk mentawai (Macaca pagensis) endemik Kepulauan Mentawai
Spoiler for endemik:
Burung Anis sulawesi (Cataponera turdoides) di Sulawesi
Spoiler for endemik:
Burung beo nias (Gracula religiosa robusta) endemik pulau Nias
Spoiler for endemik:
Burung elang flores (Spizaetus floris) endemik Flores
Spoiler for endemik:
Burung elang jawa (Spizaetus bartelsi) di Jawa
Spoiler for endemik:
Burung cenderawasih (Paradisea sp.) di Papua
Spoiler for endemik:
Burung Celepuk siau (Otus siaoensis) pulau Siau, Sulawesi Utara
Spoiler for endemik:
Burung Cerek Jawa (Charadrius javanicus) di Jawa
Spoiler for endemik:
Burung maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi
Spoiler for endemik:
Burung rangkong (Buceros rhinoceros) di Kalimantan
Spoiler for endemik:
Burung Sempidan Kalimantan (Lophura bulweri) di Kalimantan
Spoiler for endemik:
Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus) pulau Jawa
Spoiler for endemik:
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Sumatera
Spoiler for endemik:
Hiu karpet berbintik (Hemiscyllium freycineti) endemik Papua
Spoiler for endemik:
Ikan arwana emas (Scleropages formosus) endemik pulau Sumatera
Spoiler for endemik:
Jalak bali (Leucopsar rothschild) di Bali
Spoiler for endemik:
Kadal coklat Kalimantan (Lanthanotus borneensis) di Kalimantan
Spoiler for endemik:
Kambing Hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) di Sumatera
Spoiler for endemik:
Kancil Jawa (Tragulus javanicus) endemik Jawa
Spoiler for endemik:
Kanguru Pohon Mantel Emas (Dendrolagus pulcherrimus) di Papua
Spoiler for endemik:
Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) di Papua
Spoiler for endemik:
Kasuari Kerdil (Casuarius bennetti) endemik Papua
Spoiler for endemik:
Katak tanpa paru-paru (Barbourula kalimantanensis) Kalimantan
Sumber: 
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11485757

DATA GUNUNG BERAPI DI INDONESIA

Dari Sabang sampai Merauke?.  Tentu saja ini cuma kiasan semata untuk menggambarkan bahwa ternyata Indonesia di kelilingi oleh puluhan Gunung Berapi yang masih aktif dan sewaktu-waktu dapat meletus.
National Georaphic pernah memuat dengan headline Indonesia’s Ring of Fire : Living With Volcanoes . Dengan Tags The Gods Must Be Restless.
Sinabung, 29 Agustus 2010
Anak Krakatau
Kelud
Rinjani
Merapi
Rupanya hidup di Indonesia penuh dengan ‘bahaya’ karena dikelilingi oleh tidak kurang dari 83 gunung api aktif yang sambung menyambung di seantero negeri ini.  Namun ini juga bisa juga berarti merupakan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, sebab tidak semua negara memilikinya.
Periksa Peta sebaran gunung api di Indonesia berikut :
Berikut daftar 83 gunung api Indonesia yang tercatat di wikipedia :
1 Peuet Sague 22 Argopuro 43 Kelud 64 Bandi Api
2 Bur Ni Telong 23 Leuser 44 Arjuno 65 Serua
3 Sorikmarapi 24 Gunung Lurus 45 Tengger 66 Nila
4 Tandikat 25 Mahameru 46 Lamongan 67 Teon
5 Marapi 26 Merbabu 47 Batur 68 Sirung
6 Talang 27 Raung 48 Gunung Tambora 69 Iliweng
7 Kerinci 28 Semeru 49 Rinjani 70 Lewotobi
8 Sumbing 29 Sibayak 50 Gunung Agung 71 Egon
9 Kaba 30 Welirang 51 Kawah Ijen 72 Kelimutu
10 Dempo 31 Talang 52 Raung 73 Tongkoko
11 Gunung Besar 32 Singgalang 53 Semeru 74 Mahawu
12 Suoh 33 Sago 54 Sangeang Api 75 Lokon
13 Krakatau 34 Talamau 55 Paluweh 76 Soputan
14 Kiaraberes-Gagak 35 Tandikat 56 Lereboleng 77 Awu
15 Gunung Salak 36 Pantai Cermin 57 Lewotolo 78 Banua Wuhu
16 Gede 37 Guntur 58 Sundoro 79 Api Siau
17 Papandayan 38 Slamet 59 Iya 80 Ruang
18 Galunggung 39 Tangkuban Perahu 60 Ebulobo 81 Dukono
19 Ciremai 40 Merapi 61 Ine Like 82 Ibu
20 Bromo 41 Dieng 62 Rakanah 83 Gamkonora
21 Gamalama 42 Makian 63 Una-Una
ctt. : tidak semua gunung memiliki data yg lengkap, namun untuk gunung yg digarisbawahi seperti no. 7. kerinci dan no. 13. krakatau akan nge-link ke wikipedia.
Karena sudah turun temurun hidup berdampingan dengan Gunung Berapi yang sewaktu-waktu dapat meletus, tentunya penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Berapi sudah sangat mengenal karakteristik Gunung Berapi tersebut.  Dan pemerintahpun sudah tidak asing lagi dalam hal melindungi rakyatnya menghadapi bencana gunung meletus.
Gunung berapi selalu dalam pengawasan pihak berkompeten, prosedur standar penyelamatan penduduk terkait evakuasi,  penyiapan barak-barak pengungsian, dapur umum, obat-obatan dll termasuk dana penanggulangan bencana tentunya sudah dirancang sedemikian rupa sehingga selalu siap dalam kondisi paling gawat sekalipun.
Sehingga timbulnya korban jiwa dapat diminimalisir.  Demikian harapan kita semua.

 MENIKMATI SEBAGIAN KECIL ALAM INDONESIA

  PULAU DERAWAN
Kepulauan Derawan merupakan gugusan pulau yang terletak di Selat Makassar dan masuk wilayah administrasi Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim.
Sejumlah pulau yang terdapat di Kepulauan Derawan antara lain Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Samama dan Pulau Panjang. Perairan di sekitar Kepulauan Derawan kaya akan karang dan biota laut yang menjadi objek wisata selam.Sedikitnya terdapat 18 titik lokasi penyelaman di sana. Di sekitar Pulau Derawan sendiri, keindahan karang dan ikan sudah bisa dinikmati dengan pola penyelaman slope dangkal 5-25 meter.
Selain Pulau Derawan, terdapat Kawasan Pulau Kakaban yang terdiri dari karang atol dan membentuk danau di tengah laut. Di dalam danau itu tinggal ribuan ubur-ubur yang tidak memiliki sengat. Danau Kakaban adalah salah satu dari dua habitat ubur-ubur tanpa sengat yang telah ditemukan di dunia. Habitat yang sama dapat ditemukan di Kepulauan Palau, Micronesia di Samudera Pasifik.
Pesona Kepulauan Derawan lainnya terdapat di sekitar Pulau Sangakali yang merupakan kawasan konservasi penyu yang dikelola Kementrian Kehutanan. Dari seluruh Kepulauan Derawan, Pulau Sangalaki yang memiliki luas daratan 12 hektar menjadi tempat bertelur penyu terbesar.  Ada dua spesies penyu yang biasa bertelur di Pulau Sangalaki yakni penyu hijau dan penyu sisik. Penyu hijau paling banyak ditemui bertelur di Pulau Sangalaki pada malam hari.
Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”

DANU SENTANI


Tidak hanya Raja Ampat saja, Papua ternyata kaya akan keindahan alam. Salah satu kekayaan tersebut adalah Danau Sentani di Jayapura. Danau yang luas dan menjadi keheningan dalam damai di tanah Papua.
Berkunjung ke Papua, dijamin Anda akan terpukau oleh alamnya. Hutan-hutan lebat, danau, dan pulau-pulau kecil nan cantik, menjadi suguhan utama dari Papua. Saat ke Papua, sempatkanlah berkunjung ke Danau Sentani. Ada keheningan dan aneka macam budaya masyarakat Papua di sana.
Dari situs resmi pariwisata Indonesia yang dikunjungi detikTravel, Kamis (31/5/2012), danau ini memiliki pemandangan yang indah dan terletak di dekat Jayapura, ibu kota Provinsi Papua. Danau ini merangkul Pegunungan Cyclops di sebelah utara dan menjadi tempat tinggal bagi 24 desa yang betengger sekitar danau.
Untuk melihat kilauan air danaunya, Anda bisa melihatnya dari Bukit Makatur. Di sini terpampang jelas keindahan Danau Sentani. Danau yang biru dipadu dengan warna hijau dari jajaran Pegunungan Cylops, menjadikan suasana seperti keheningan tanpa batas. Di bukit tersebut juga terdapat museum yang berisikan kisah Jenderal Mac Arthur, jendral perang AS, selama Perang Dunia II.
Mengarungi danau juga menjadi kegiatan yang menyenangkan. Anda dapat menyewa perahu dari masyarakat sekitar untuk menjelajahi Danau Sentani. Hembusan angin dan suasana yang syahdu dapat Anda temui selama perjalanan. Jangan lupa untuk bertemu masyarakat sekitar yang sangat ramah di tepian danaunya.
Danau Sentani memiliki luas sekitar 110 km2, dan terdapat beberapa pulau kecil di tengahnya, antara lain Pulau Asei, Pulau Ajau, Pulau Yobeh, Pulau Kensio, Puyoh besar atau Putali, dan Pulau Yonokom. Salah satu yang terkenal Pulau Asei dengan kerajinan lukisan kulit kayunya. Lukisan yang unik!
Danau ini juga merupakan rumah untuk 33 jenis ikan. Sebagiannya adalah ikan yang hanya hidup di pulau ini, salah satunya yaitu ikan gergaji (Pristis Microdon). Anda pun bisa merasakan kuliner ikan yang khas di sekitar danau. Masyarakat di sekitar Danau Sentani sangat ramah dan terbuka kepada turis. jadi jangan malu untuk menyapa mereka.
Keheningan Papua terletak di Danau Sentani. Pesonanya akan membuat Anda menggagumi alam Papua.
Danau Sentani yang hening dan menenangkan (reylando eka putra/dTraveler)

 GUNUNG BROMO
Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Gunung Bromo bukan hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia, tetapi sudah menjadi agenda kunjungan wisata bagi masyarakat dunia. Tidak pernah sepi dari kunjungan para turis, bahkan mereka betah berhari-hari tinggal disana.
Meniti tangga menuju puncak Gunung Bromo untuk menyaksikan terbitnya matahari bukan suatu hal yang terlalu berlebihan. Namun bermain-main dibibir kepundan yang menganga kemudian merayap turun menjejakkan kaki telanjang pada magma beku untuk mengukir nama kemudian mengabadikannya, barangkali hanya bisa dilakukan di Bromo tidak ditempat lain.
Gunung Bromo berada dikawasan pelestarian alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan merupakan Taman Nasional paling spektakuler dan paling mudah dikunjungi diantara Taman Nasional lainnya yang ada di Indonesia yang terletak antara 1.000 – 3.676 meter diatas permukaan air laut. Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terletak pada rangkaian pegunungan berapi yang merupakan salah satu dari rangkaian besar pegunungan yang terbentang sepanjang Pulau Jawa. Dibagian utara pegunungan Tengger terdapat kaldera Tengger yang sangat indah dan menarik, garis tengahnya mencapai 8-10 kilometer, sedang dindingnya yang terjal tingginya antara 200–700 meter.



 PULAU DERAWANG
Kepulauan Derawan merupakan gugusan pulau yang terletak di Selat Makassar dan masuk wilayah administrasi Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim.
Sejumlah pulau yang terdapat di Kepulauan Derawan antara lain Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Samama dan Pulau Panjang. Perairan di sekitar Kepulauan Derawan kaya akan karang dan biota laut yang menjadi objek wisata selam.Sedikitnya terdapat 18 titik lokasi penyelaman di sana. Di sekitar Pulau Derawan sendiri, keindahan karang dan ikan sudah bisa dinikmati dengan pola penyelaman slope dangkal 5-25 meter.
Selain Pulau Derawan, terdapat Kawasan Pulau Kakaban yang terdiri dari karang atol dan membentuk danau di tengah laut. Di dalam danau itu tinggal ribuan ubur-ubur yang tidak memiliki sengat. Danau Kakaban adalah salah satu dari dua habitat ubur-ubur tanpa sengat yang telah ditemukan di dunia. Habitat yang sama dapat ditemukan di Kepulauan Palau, Micronesia di Samudera Pasifik.
Pesona Kepulauan Derawan lainnya terdapat di sekitar Pulau Sangakali yang merupakan kawasan konservasi penyu yang dikelola Kementrian Kehutanan. Dari seluruh Kepulauan Derawan, Pulau Sangalaki yang memiliki luas daratan 12 hektar menjadi tempat bertelur penyu terbesar.  Ada dua spesies penyu yang biasa bertelur di Pulau Sangalaki yakni penyu hijau dan penyu sisik. Penyu hijau paling banyak ditemui bertelur di Pulau Sangalaki pada malam hari.
Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”


sumber : http://lookman89.wordpress.com/2010/05/17/19-pesona-keindahan-wisata-alam-indonesia/
 Pegunungan Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.
Karst dikenal identik dengan kapur, tandus, panas, kering dan terjal dengan kekokohan bebatuan yang cenderung berwarna putih. Kawasan karst Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sudah sejak lama dikenal sebagai pegunungan kapur yang banyak menyimpan berbagai potensi yang khas dan unik. Karakteristik tersebut kiranya telah mampu mengundang berbagai kalangan disiplin ilmu maupun para pihak untuk tetap mempertahankan kelestariannya, mengelola dan memanfaatkan untuk berbagai kepentingan.
Salah satu kawasan yang banyak menarik wisatawan adalah Taman Wisata Alam Bantimurung yang terletak di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Memiliki potensi alam yang indah, sebagai tempat wisata budaya, dan merupakan habitat lebih dari 84 jenis kupu-kupu, yang dijuluki sebagai Kingdom of Butterflies. Air Terjun Bantimurung dipercaya memiliki khasiat sebagai terapi kesehatan, merupakan obyek wisata alam menarik yang telah banyak mengundang pengunjung untuk datang dan menikmati kesejukan maupun khasiat air terjun tersebut.
Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat untuk mengelola kawasan tersebut sebagai tempat rekreasi dan pendidikan, sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat sekitar dalam pengelolaan Taman Wisata Alam guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Di sisi lain, masyarakat turut memelihara, menjaga serta mempertahankan kawasan tersebut secara berkelanjutan.
POTENSI TAMAN WISATA ALAM
Adapun potensi yang terdapat dalam taman wisata alam Bantimurung merupakan kekayaan alam yang telah ada sejak lama. Merupakan wisata tirta, kekayaan keanekaragaman hayati, panorama alamnya dengan tebing-yebing karstnya yang ideal untuk wisata alam minat khusus, legenda perahu membatu (Biseang Labboro) di Sungai Pattunuang serta gua alam, semuaitu masih dalam keadaan baik, terjaga, terpelihara dan lestari, potensi alam tersebut antara lain adalah :
a. Air Terjun Bantimurung
Di antara tebing-tebing terjal pegunungan karst di TN Bantimurung Bulusaraung (Babuls) mengalir sungai Pattunuang yang jernih, menembus ditengah-tengah taman wisata yang memiliki luas sekitar 1.624,25 ha tersebut. Sungai tersebut memiliki daya tarik berupa air terjun setinggi kurang lebih 10 meter dengan lebar 8 meter. Air terjun Bantimurung terkenal sejak kedatangan Wallace dan dijadikan sebagai kawasan konservasi sejak tahun 1919. Kini banyak menarik perhatian pengunjung khususnya para remaja dan anak-anak yang bergembira mandi di air terjunan nan sejuk. Dari air terjun pengunjung dapat melakukan bagai arum jeram dengan mempergunakan ban yang disediakan oleh para penyewa dari masyarakat di sekitar dengan harga relatif murah. Mengalun mengikuti derasnya air diantara bebatuan padas, sementara yang lain dapat berenang atau bermain di tepian yang teduh oleh rindangnya pepohonan di sekitarnya dan memang relatif aman.
Air terjun Bantimurung memang terlihat indah dan menarik, alam sekitar dengan hawa yang sejuk serta sarana dan prasarana lain yang memadai membuat pengunjung merasa nyaman. Bahkan dari beberapa pengunjung yang sempat ditemui mengatakan sering mandi di bawah air terjun tersebut, pendapat mereka air terjun merupakan terapi dalam menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Daya tarik dan potensi tersebut kiranya merupakan anugrah yang telah dilimpahkan olehNYA kepada kita untuk dipertahankan, dilestarikan serta dikelola dan dimanfaatkan secara berkesinambungan. b. Habitat Kupu-kupu
Sekitar tiga ratus meter dari air terjun, terdapat sebuah daerah sebagai habitat 84 spesies kupu-kupu dengan aneka warna menarik. Tempat tersebut oleh masyarakat dikenal dengan nama Kesikebo (pasir putih), di pasir tersebut pada pagi dan sore hari banyak didatangi oleh ribuan kupu-kupu yang sering membentuk kelompok atau barisan di tepian sungai di antara air terjun setinggi tiga meter (dikenal dengan nama Air Terjun Bantimurung 2). Banyaknya kupu-kupu dengan berbagai jenis dan keindahan warnanya, maka kawasan tersebut dijuluki sebagai Kingdom Of Butterflies, yang memang tidak dijumpai di tempat lain di dunia.
Potensi satwa seperti kupu-kupu, khususnya dari jenis yang tidak dilindungi merupakan salah satu modal yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Dengan keahlian tersendiri kupu-kupu tersebut dipergunakan sebagai barang souvenir, baik berupa berbagai hiasan maupun dalam bentuk gantungan kunci dan lain sebagainya. Souvenir tersebut banyak dijual di halaman parkir TWA secara rapih berjajar antara pedagang satu dengan lainnya. Kaos bergambar kupu-kupu dengan aneka desain dan corak serta ukuran banyak menghiasi kios-kios souvenir dengan harga sedang dan terjangkau oleh kalangan umum. c. Museum Kupu-kupu.
  Sebagai daerah yang dijuluki dengan Kingdom Of Butterflies dan untuk memudahkan pengunjung untuk mengetahui berbagai jenis kupu-kupu dengan berbagai warna yang menarik, maka oleh pihak pengelola disediakan museum sebagai wadah aneka jenis kupu-kupu dalam bentuk opsetan. Agar wisatawan yang datang mendapat kemudahan dalam mengenal berbagai jenis kupu-kupu tersebut. Juga dapat dimanfaatkan sebagai ilmu pengetahuan bagi para pelajar dan mahasiswa dalam ilmu biologi. Disamping itu di TWA Bantimurung terdapat penangkaran kupu-kupu sejak tahun 2005 dengan luas areal sekitar 2 ha. Kandang berukuran 4m x 8m x 4m dibangun guna perbanyakan jenis khususnya dari jenis yang dilindungi, dan dikelola oleh Balai TN Bantimurung Bulusaraung d. Bentang Alam
  Karst kawasan Maros-Pangkep merupakan yang terluas kedua setelah karst yang terdapat di China bagian Selatan. Pegunungan karst yang mengitari Taman Wisata Alam Bantimurung berbentuk bagai menara-menara, baik berkelompok maupun yang berdiri sendiri-sendiri. Merupakan sebuah bentuk yang unik dengan daya tarik tersendiri, memiliki karakteristik yang khas diantara hamparan pematang sawah nan subur yang berada di sekitarnya. Kawasan tersebut dikenal dengan The Spectacular Tower. Menjulang tinggi bagai menara alam dengan dinding bertekstur indah. Keindahan alam tersebut sangat menawan dan sulit ditemukan di daerah lain, dan memiliki keunikan geomorpologi yang tiada duanya di Indonesia. Landscapenya spesifik dan memiliki ornamen goa terindah serta memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di Asia Tropika. Letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau dari kota-kota di sekitarnya, berjarak 42 km dari Kota Makassar dengan waktu tempuh satu jam, sedangkan dari Bandara Hasanudin berjarak sekitar 21 km. Pemandangan alam pegunungan karst Bantimurung telah banyak menarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati alam tersebut. e. Goa Pegunungan Karst
Di antara kokohnya pegunungan kapur, kiranya menyimpan potensi yang sangat menarik bagi wisatawan dengan minat khusus. Tercatat sekitar 400 goa berada dalam kawasan karst tersebut, 89 diantaranya merupakan goa pra sejarah sebagai peninggalan manusia purba yang pernah tinggal dan hidup di goa tersebut ribuan tahun yang lalu.
Goa yang terdapat di TWA Bantimurung antara lain adalah Goa Batu, dan Goa mimpi yang banyak dikunjungi khususnya para pelajar dan mahasiswa atau para remaja yang senang akan wisata dengan tantangan yang cukup ekstrem. Goa-goa tersebut memiliki stalaktit, stalakmit, flowstone, helektit, pilar dan sodastraw. Tekstur dan bentuk-bentuknya sangat menakjubkan, bagai ukiran patung dalam galeri, bagai lampu-lampu kristal yang bergelantungan, sementara dinding goa bagai bergordyn berlipat indah dan lantai bergelombang yang terkadang berpasir kering dan lembut merata seolah permadani alam, nan nyaman. Ornamen-ornamen tersebut dikenal sebagai ornaman terindah yang pernah ada. Di sini pngelola menempatkan juru kunci dan jasa pemandu serta lampu penerang (senter) bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh tentang goa tersebut.
Bentang alam yang memiliki keunikan dan keindahan merupakan salah satu karunia yang dapat dikelola sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Juga dapat dimanfaatkan dalam rangka pemberdayaan masyarakat di sekitarnya. Tentunya pengelolaan tersebut secara bersama dari pihak-pihak terkait, agar tetap terjaga kelestariannya secara berkesinambungan.


sumber:http://lookman89.wordpress.com/2010/05/17/19-pesona-keindahan-wisata-alam-indonesia/

GOA GONG
Wisata ini diklaim sebagai salah satu goa terindah di Asia Tenggara. Untuk dapat memasuki kawasan ini kita hanya cukup membayar sekitar Rp. 4000,- per orang. Setelah mendapat tiket, pengunjung dapat meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, sebab kendaraan hanya bisa sampai didepan tiket masuk. Jika pengunjung ingin membeli oleh-oleh seperti batu akik, pengunjung bisa membelinya dalam perjalanan menuju Goa tersebut. Penjual berjajar rapi sepanjang jalan naik menuju Goa tersebut. Untuk masuk ke dalam goa yang gelap, didepan pintu masuk sudah tersedia penyewaan senter (alat penerangan) dengan biaya Rp. 2.000,- per satu kali sewa. Kita juga bisa menggunakan pemandu dan sewa tukang foto jika kita tidak sempat membawa peralatan foto (kamera) sendiri. Namun jika ingin berwisata tanpa bantuan pemandu, boleh saja. Terserah kemauan kita saja.
Goa Gong ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan Goa yang lain di Pacitan, seperti Goa Putri, Goa Tabuhan, Goa Kalak, dll. Mengapa demikian? Dikarenakan hanya dengan mengepalkan tangan dan memukul ornamen dalam Goa, kita dapat mendengarkan bunyi Gong tersebut yang akhirnya menjadi nama dari Goa ini. Menurut cerita setempat, goa ini dinamakan “Gong” yang berasal dari bunyian ornamen didalam Goa. Selain itu stalagtit dan stalagmit yang beraneka ragam dan sangat indah memancarkan sejuta pesona. Namun, sayang tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Misalnya: WC umum kurang banyak, tempat penginapan/hotel juga masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah wisatawan. Selain wisata Goa, kita dapat menikmati wisata pantai selatan yang indah yang tidak kalah dengan pantai Kuta di Bali. Wisata laut tersebut meliputi, Pantai Teleng Ria, Pantai Srau, Pantai Pasir Putih, Pantai Watu Karung dan Pantai Klayar.


sumber : http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/04/18/menyingkap-pesona-wisata-terunik-goa-gong/

GREEN CANYON
Kalau Amerika punya Grand Canyon, maka Indonesia punya Green Canyon. Nama asli dari Green Canyon ini adalah Cukang Taneuh. Sedangkan sebutan Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Cukang Taneuh berarti jembatan tanah, yang mewakili sebuah jembatan dari tanah yang terbentang di atas lembah dan jurang Green Canyon, yang biasa dilalui petani setempat ketiks menuju kebun-kebun mereka. Green Canyon merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus sebuah gua dengan pemandangan mempesona. Gua tersebut memiliki stalagtit dan stalagmit yang sangat indah.

Green Canyon berlokasi di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis. Sekitar 130 km jaraknya dari kota Ciamis, atau sekitar 31 km dari Pangandaran.Untuk sampai di Green Canyon Anda harus pergi ke dermaga Ciseurueh. Dari dermaga inilah perjalanan menggunakan perahu dimulai. Jarak dermaga Ciseurueh – Green Canyon sekitar 3 km.  Dianjurkan bagi yang ingin berkunjung untuk memilih waktu-waktu beberapa saat setelah masuk musim kemarau. Pada musim hujan, arus sungai lebih deras dan air berwarna agak kecoklatan.

Read more at http://uniqpost.com/33824/menjelajahi-green-canyon-nya-indonesia/#

DANAU GUNUNG TUJUH
Kerinci boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.
Keindahan Danau Gunung Tujuh tak hanya bisa dinikmati oleh orang yang menyukai kegiatan pendakian gunung saja. Bagi mereka yang hobi camping, Danau Gunung Tujuh memiliki beberapa kawasan berpantai. Di Danau Gunung Tujuh, Anda dapat menikmati matahari pagi menampakkan wajahnya sembari menghirup segelas kopi hangat. Dijamin, keindahan pemandangan danau pada momen tersebut akan menjadi pengalaman yang sukar dilupakan.
Danau Gunung Tujuh pun memiliki panorama lain yang tak kalah memikat. Ada Air Terjun Gunung Tujuh berketinggian puluhan meter dan berjarak tak jauh dari danau. Jika Anda ingin melihat dan menikmati kesegaran airnya, dapat melalui jalur setapak tak jauh dari bekas wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.
Selain itu, pesona keasrian Danau Gunung Tujuh semakin diperkuat oleh aktivitas warga setempat. Setiap pagi dan sore, diselubungi kabut menutupi Danau Gunung Tujuh, warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan sering terlihat menyusuri danau menggunakan perahu. Memberikan pemandangan khas pedesaan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Keindahan Danau Gunung Tujuh dengan pesonanya itu semakin lengkap dengan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar danau. Diceritakan bahwa Danau Gunung Tujuh merupakan danau keramat, atau sekti (sakti) menurut istilah masyarakat setempat.
Diyakini ada dua makhluk halus menyerupai manusia bernama “Lbei Sakti” dan “Saleh Sri Menanti” yang menjaga kawasan tersebut. Kedua makhlus ini mempunyai pengikut setia yang menyerupai harimau. Hewan yang seringkali jadi maskot kegaiban masyarakat Melayu di sepanjang Pulau Sumatera.
Banyak kejadian tak masuk akal sering terjadi di sini. Seperti perubahan cuaca yang tiba-tiba, pusaran air yang tak jelas penyebabnya hingga air danau selalu terlihat bersih tanpa satu pun daun-daun dari pepohonan sekitar danau. Hingga sekarang, kejadian aneh berselubung mitos tersebut terus hidup dan menjadi misteri yang memayungi keelokan Danau Gunung Tujuh.


sumber : http://www.anneahira.com/danau-gunung-tujuh.htm

 PANTAI DREAMLAG
Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.
Asal usul nama Dreamland dikarenakan dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata. Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena besar harapan masyarakat dan tanah ini menjadi tanah masa depan mereka maka diberilah nama tanah ini dengan dream land (tanah impian)
Pantai Dream land sendiri hampir mirip dengan objek wisata pantai Kuta banyak yang bilang The next Kuta beach, namun jauh lebih indah dan lebih sepi pengunjung. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Airnya pun masih tampak sebening Kristal. Karena tempatnya yang sepi dan tekstur ombaknya yang bisa dibilang lumayan bagus buat surfing, banyak wisatawan mancanegara untuk datang kesini . Tempat ini juga memiliki karang yang luar biasa unik. sering sekali digunakan untuk pemotretan prewed, model atau bahkan untuk shooting film yang ditayangkan di Indonesia dan luar. Karang ini juga yang menambah nuansa erotis dan romantis dari Pantai ini disamping sunsetnya.



sumber : http://lookman89.wordpress.com/2010/05/17/19-pesona-keindahan-wisata-alam-indonesia/

BALURAN
Baluran adalah Afrikanya Indonesia, Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.